Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Saat Aku Merasa Sendiri

Malam ini aku berkata dalam dingin: "Malam ini dingin. Aku tak sanggup lagi untuk melanjutkan semua ini.  Andai, hari ini sikapmu tak dingin terhadapku. Mungkin, aku tidak akan ingin meninggalkanmu. Sudah cukup, hari ini, tapat tiga tahun aku   menyayangimu. Tapi, apa yang aku dapatkan sampai saat ini? Apa aku mendapatkan kasih sayangmu? Apa aku mendaapatkan secuil  perhatianmu? Ya Tuhan. Kenapa aku bisa sebodoh ini. Kenapa aku  bisa menyayangi orang, yang sama sekali tidak memedulikanku. Kenapa aku bisa menyayangi orang yang menganggaapku tak ada? Tuhan, aku mohon. Hilangkanlah rasa sayangku padanya. Aku tak ingin seperti ini. Selama tiga tahun aku tersiksa oleh perasaanku sendiri dan  selama tiga tahun pula aaku tersiksa oleh sikapmu yang dingin   terhadapku. Tuhan, aku mohon. Jika bukan dia takdirku, hilangkanlah rasa sayangku ini." Ternyata di lorong dunia ini, kau sedang bermain kata-kata. Dan menuliskannya dalam karyamu. "Aku tahu, sebenar...

SEMPURNA

Aku menjadi awalan di hidupmu Dan Kamu menjadi akhiran di hidupku Aku adalah awal kehidupanmu Dan Kamu adalah akhir kehidupanku Aku dan Kamu adalah Awal dan Akhir Aku sebagai awal perjalanan, sekalihus akhir  perjalanan cintamu. Dan Kamu sebagai akhir perjalanan cintaku, walaupun kamu tak dapat menjadi awal perjalanan cintaku. Seperti huruf  "A" yang selalu jadi awalan di alfabet Dan huruf  "Z" yang selalu jadi akhiran di alfabet Beriringan seperti Burung Pipit Wangi seperti Bunga Mawar Indah seperti Pelangi SEMPURNA seperti SURGA Aku dan Kamu saling Berdampingan, Beriringan dengan tenang. Diriku dan Dirimu saliing menebarkan ke-Wangian. Hidupku dan Hidupmu Begitu Indah, seperti Pelangi yang bermunculan setelah hujan, Cintaku dan Cintamu Satu, Beriringan, Wangi, Indah. Begitu SEMPURNA