Angin
Angin, anggap saja aku sahabatmu yang akan selalu mengiringi jalanmu. Angin, abaikan saja aku, dan tetaplah melangkah menuju mimpimu. Kamu, sang Angin yang aku dambakan, yang meniupkan hawa kegembiraan padaku. Kamu, Angin yang entah datangnya dari mana, tapi tetap aku kagumi. Angin, salahkah aku bila mencintaimu? Mungkin kah ini hanya cinta satu arah? Angin, kenapa kamu biarkan aku merasakan ini. Tidakkah kamu tahu, wahai Angin. Aku selalu disini, memandangmu, mengagumimu disetiap waktu luangku. Angin, bukan maksudku menyalahkanmu, tapi biarlah aku meceritakan semua perasaanku padamu. Angin, bukan maksudku menyimpan dendam dihati. Bukan maksudku juga, meninggalkanmu disaat kamu terpuruk. Angin, maafkan aku atas sikapku yang egois. Tapi, apalah daya, aku sudah tidak bisa berpura-pura seperti dulu lagi. Sekarang semuanya telah berbeda, aku lelah menjalani hari-hari dengan penuh kebohongan atas perasaanku sendiri. “Mat, lagi apa?” Seru Dyn. “Lagi nonton film nih, jangan ikutan y...