Inspirasi Anak Nusantara
Saya ingin Indonesia selalu satu dan selalu maju.
Saya ingin rakyat Indonesia tidak ada yang bermusuhan apalagi sampai ada perang
antar suku, seperti yang terjadi di daerah Timur. Saya ingin alam Indonesia kembali seperti
dulu. Sungai-sungai masih bersih, hutan-hutan masih terjaga, sebagai contohnya,
dulu sungai Ciliwung mendapat julukan dari dunia yaitu “Surga dari Timur”, tapi
justru sekarang julukan itu berubah menjadi “Kuburan dari Timur”. Saya ingin
Indonesia tetap melestarikan hutan-hutan di Indonesia, hutan yang menjadi
paru-paru dunia.Indonesia merupakan penyumbang paru-paru terbanyak di dunia.
Tapi setiap tahunnya, hutan-hutan di Indonesia selalu berkurang.
Untuk mewujudkan Indonesia selalu
satu dan selalu maju, rakyat Indonesia harus selalu menghargai satu sama lain.
Tidak ada perbedaan antar suku, anatar agama, status sosial. Saat di muka umum,
semua anggapan tentang perbedaan itu harus kita hilangkan agar selalu
terciptanya Indonesia yang selalu satu dan selalu maju. Sungai-sungai di
Indonesia khususnya sungai Ciliwung berhak mengambil kembali julukan yang dulu
pernah kita dapatkan, dengan cara tidak membuang sampah di sungai.
Menghilangkan rumah-rumah liar di pinggiran sungai. Karena rumah-rumah liar di
pinggiran sungai sangat berpotensi selalu membuang sampah di sungai, walaupun
saya yakin bahwa tidak semua masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai
membuang sampah di sungai. Tapi kita juga harus menyediakan rumah layak huni
untuk di tempati oleh para korban gusuran di pinggiran sungai. Kita juga harus
memanfaatkan sampah-sampah yang ada di Indonesia, yang nantinya jika kita olah
akan menghasilkan uang yang lumayan besar jumlahnya. Kita harus terus melakukan
kegiatan reboisasi, selain itu untuk menggantikan pohon-pohon yang di tebang
oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, kita juga harus terus menanam
pohon setiap dua hari sekali minimal 1000 pohon.
Agar saya dapat mewujudkan inspirasi
saya, saya ingin menggerakkan lembaga-lembaga sosial di Indonesia untuk
membantu saya mewujudkan impian saya. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa
kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut tanpa respon dan bantuan dari
seluruh rakyat Indonesia. Saya yakin semua masyarakat Indonesia setuju dengan
inspirasi saya. Tidak bisa dipungkiri lagi, untuk mewujudkan inspirasi saya,
kita semua membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, tadi saya
sudah menerangkan, agar kita mengolah sampah dengan sebaik-baiknya yang
hasilnyadapat kita ekpor keluar negeri atau keluar daerah untuk mendanai
kegiatan tersebut.
Setiap tahun, moral pelajar
Indonesia semakin terpuruk. Banyak pelajar Indonesia yang merokok, bahkan
mungkin ada juga yang menggunakan narkoba. Kita pasti juga sering melihat kawan-kawan
kita yang melanggar tata tertib di suatu tempat, contoh kecilnya adalah
kawan-kawan kita melanggar tata tertib di sekolah. Tidak jarang juga kita
melihat tawuran antar pelajar, bahkan ada pelajar yang meninggal akibat tawuran
tersebut. Kebobrokan moral pelajar Indonesia juga kita ketahui dengan adanya
beberapa kasus asusila oleh pelajar Indonesia. Lalu siapakah yang harus
disalahkan karna buruknya moral pelajar Indonesia? Apakah pelajarnya?
Pengajarnya? Atau justru sistem pendidikannya? Yang jelas, semua pihak di
pendidikkan salah. Siapakah mereka? Mereka adalah pelajar itu sendirir,
pengajarnya, juga sistem pendidikkannya. Untuk memperbaiki semua itu, kita
perlu menanami sikap religius dan sopan santun di dalam diri masing-masing
sejak dari dini, sikap religius yang sudah di tanami sejak kecil diyakini akan
membuat pribadi yang lebih bermanfaat dan juga bisa menjaga akhlaknya.
Komentar
Posting Komentar